Kiat Mengatasi Penerjemahan Mandek (untuk Penerjemah Amatir)

1. Membaca ulang teks yang akan diterjemahkan, jika perlu hingga berkali-kali, sambil mengartikan kata-kata sulitnya. Ini seperti berusaha memahami teks bahasa asing sebagaimana lazimnya tanpa mesti ada niat menerjemahkan. Ketika kita sudah lebih mengakrabi teks tersebut, barangkali penerjemahannya akan relatif mudah ketimbang sebelumnya.

2. Melakukan penelusuran seputar teks tersebut di internet; membaca ulasan tentangnya, jika ada, untuk membantu/menambah pemahaman; mencari tahu tentang penulisnya; dan semacamnya.

3. Bekerja dengan sangat pelan: mengecek arti setiap kata dalam kalimat, sekalipun itu kata yang tampaknya sudah diketahui artinya secara umum; menelusuri padanan kata-kata yang sulit (baik dalam bahasa sumber maupun untuk bahasa sasaran) di tesaurus; dan menerjemahkan per kalimat secara harfiah lebih dulu, lalu memolesnya sampai ketemu hasil yang lebih enak dibaca dan mengena.

4. Melompati ungkapan yang sulit diterjemahkan, kembali lagi setelah yang selebihnya dibereskan, atau tidak menerjemahkannya sama sekali jika itu tidak begitu memengaruhi jalannya cerita.

5. Mengingat-ingat tujuan belajar menerjemahkan, misalnya: untuk mempelajari secara mendalam karya yang hendak diterjemahkan; untuk memperluas wawasan mengenai khazanah sastra asing; untuk menambah pemahaman bahasa asing; untuk mengompensasi kejenuhan membaca dan kemandekan menulis; untuk mengasah kemampuan berbahasa; untuk membantu pembaca yang ingin memperluas wawasan mengenai khazanah sastra asing namun kurang pemahaman akan bahasa asing tersebut; untuk meramaikan khazanah sastra terjemahan Indonesia; sebagai sarana melatih disiplin; dan sebagainya.

6. Mencari teks lain yang lebih mudah untuk diterjemahkan. Ini tidak begitu disarankan karena akan menambah panjang daftar draf yang mandek; kecuali jika pikiran sudah benar-benar tulalit, atau keperluan untuk menghasilkan terjemahan baru sudah mendesak.

7. Ingat kata-kata Konfusius: Tidak masalah seberapa lambatnya kamu berjalan selama kamu tidak berhenti. Atau bahasa Jawanya: Alon-alon waton kelakon. Slow but sure.

diperbarui: 20151117

Advertisements

9 thoughts on “Kiat Mengatasi Penerjemahan Mandek (untuk Penerjemah Amatir)

  1. Akhirnya menemukan kiat-kiat dalam menerjemahkan bagi pemula.
    Terima kasih atas kiat-kiatnya, ini sangat membantu saya.
    Semoga semangatnya tidak luntur di tengah jalan setelah melihat ini. ^_^

    Like

  2. tips yang bermanfaat πŸ˜€
    kita bisa sharing ilmu nih, jangan lupa juga siapkan tesaurus baik b.inggris dan b.indo, kalo ada istilah b.inggris yang sulit kita bisa cari sinonimnya di tesaurus agar lebih mudah diterjemahkan πŸ™‚

    Liked by 1 person

    1. betul! tesaurus sangat membantu sekali. tesaurus bahasa inggris bikin kita lebih nangkep maksud kata yang akan diterjemahkan. tesaurus bahasa indonesia kasih alternatif padanan kata yang bisa dipilih supaya hasilnya lebih ngena πŸ˜€ terima kasih ya, reyfa, sudah berkunjung kemari πŸ™‚

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s