Membaca Cerpen Alexandre Najjar, “The Dragon of Rabieh” (Words Without Borders, Maret 2008)

Cerita ini merupakan karangan penulis Lebanon, Alexandre Najjar, yang ditulis dalam bahasa Prancis dan diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Laurie Wilson, termuat dalam Words Without Borders edisi Maret 2008: The Groves of Lebanon. Ada beberapa hal menarik dari cerita ini menyangkut Indonesia, ceritanya itu sendiri, serta riwayat penulisnya.

Dikisahkan: Inspektur Barud tengah bingung menghadapi suatu kasus. Muncul desas-desus bahwa monster ganjil sedang berkeliaran di pemukiman orang kaya di Gunung Lebanon. Monster itu mengacak-acak halaman, mengotori kolam renang, mengganyang ayam-ayam, dan mengigiti kuda. Media ramai memberitakannya. Bahkan Menteri Dalam Negeri sampai memerintahkan kepolisian untuk lekas-lekas mengatasi kasus itu.

Dalam kebingungan, Inspektur Barud didatangi seorang wanita. Wanita itu mengatakan bahwa monster yang tengah menjadi sumber kepanikan itu boleh jadi komodo piaraan anaknya. Hewan itu dibawa anaknya dari Indonesia bertahun-tahun lalu kemudian lepas di hutan, tidak pernah ditemukan lagi. Hewan itu sekarang mestinya sudah besar dan berkeliaran mencari mangsa demi bertahan hidup.

Inspektur Barud pun mengecek keterangan wanita itu di ensiklopedia. Ia menjadi yakin, nalurinya menguatkan dirinya. Ia menyampaikan itu pada bosnya, Superintenden Jamil. Karena keyakinannya itu, bosnya pun mengerahkan banyak pihak mulai dari polisi, damkar, pramuka, satpam, sampai angkatan darat untuk mencari makhluk itu. Namun hasilnya nihil. Menteri Dalam Negeri yang berang pun memutasi Superintenden Jamil ke perbatasan Lebanon-Israel; adapun Inspektur Badur, yang dipindahkan ke daerah yang merupakan sarang Hizbullah, terus menaruh dendam pada kadal yang telah menginjak-injak harga dirinya.

Ketika membaca cerita ini, saya takjub menemukan Indonesia dan hewan endemiknya, komodo, disebut-sebut. Gokil, ada komodo kesasar ke Lebanon! Padahal Lebanon bukan negara populer di Indonesia (yah, dibandingkan Jepang, Korea Selatan, dan belakangan ini, Turki), dan entahlah sebaliknya. Orang Lebanon yang membaca cerita ini mungkin akan tertarik pada Indonesia. (Terima kasih pada Pak Alexander Najjar.) Jadi cerita ini seakan-akan semacam iktikad baik untuk menghubungkan kedua negara, begitukah? Hahaha. Lagi pula, dalam rangka apa anak lelaki wanita yang menemui Inspektur Barud itu ke Indonesia? Jika untuk berwisata, khususnya ke Taman Nasional Komodo, bukankah itu berarti Indonesia memang terkenal? Kok bisa ia menyelundupkan seekor komodo, hewan yang statusnya dilindungi itu? Masyaallah. Yang lebih menakjubkan lagi, cerita ini betul-betul berdasarkan kejadian nyata! Konon, komodo itu sengaja dilepaskan oleh seorang ekspartiat Jerman.

Ide tersebut dikemas dalam petingkahan yang kocak. Cerita ini seperti semacam satire, ketika menyampaikan betapa penduduk Lebanon, yang berhasil bertahan selama lima belas tahun dalam perang saudara, geger akibat makhluk yang tidak diketahui wujudnya; juga betapa mereka, kendati religius, namun percaya pada hal-hal klenik seperti ramalan bintang hingga patung yang dapat mengeluarkan minyak, air, dan darah. Inspektur Barud sendiri pada dasarnya seorang skeptis yang tidak memercayai hal-hal tersebut, namun ia sangat yakin akan nalurinya. Meski begitu, adakalanya ia terkecoh seperti dalam kasus Biawak Komodo ini. Jika Inspektur Barud mendendam pada si kadal, saya agak kecewa karena ceritanya diakhiri dengan begitu saja. Usaha Inspektur Barud dan rekan-rekannya berbuah nihil, sehingga biang keladinya pun masih misteri. Betulkah itu si Komo? Jika betul, ke manakah dia sehingga tidak berhasil ditemukan? Apakah dia kembali ke Jakarta dan bikin macet?

Penulis cerita ini, yaitu Alexandre Najjar, lahir di Beirut pada 1967, namun menulis dalam bahasa Prancis. Ia bukan saja penulis yang produktif (telah menerbitkan lebih dari 30 buku dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 12 bahasa), tapi juga pengacara dalam bidang hukum keuangan dan perbankan. Saya selalu kagum pada penulis yang selain produktif berkarya juga menjalani kehidupan profesional lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s