Membaca Cerpen Ray Bradbury, “Let’s Play ‘Poison'” (1946)

“Let’s Play Poison” merupakan cerpen paling pendek (< 2.000 kata) dalam kumpulan cerpen Ray Bradbury yang pertama-tama terbit, The Dark Carnival (1947), dan sebelumnya pernah dimuat dalam Weird Tales, November 1946.  Cerpen ini menampilkan segi kejiwaan yang unik pada manusia, diwakili tokoh Mr. Howard, yaitu guru SD yang–ironisnya–membenci anak-anak. Barangkali kita pernah beberapa kali berjumpa orang yang mengaku tidak suka anak-anak, atau jangan-jangan orang itu diri kita sendiri. Aneh, bukan? Padahal setiap orang pernah menjadi anak-anak, mengapa dia membenci dirinya sendiri dalam versi yang unyu-unyu?

Kebencian Mr. Howard pada anak-anak terungkap setelah suatu tragedi terjadi di SD tempatnya mengajar; seorang siswa tewas akibat didorong oleh teman-temannya sendiri dari lantai tiga. Akan tetapi, agaknya, sejak dulu Mr. Howard memang sudah membenci anak-anak–terselip keterangan ever again saat disebutkan bahwa dia menolak untuk mengajar pascakejadian itu. Mr. Howard rupanya memiliki semacam delusi bahwa anak-anak itu penjajah dari dimensi lain (invaders from another dimension“), monster kecil yang diusir dari neraka karena iblis tidak sanggup lagi menangani mereka (“little monsters thrust out of hell, because the devil could no longer cope with them“). Ia bahkan menganggap anak-anak itu bukan manusia. Sebelumnya ia tidak pernah mengungkapkan itu pada orang lain karena takut dikira gila.

Mr. Howard toh tidak bisa lepas dari anak-anak. Ia sempat memensiunkan diri selama tujuh tahun dan mencari penghidupan lewat menulis cerita dan puisi. Ia tidak menikah karena setiap wanita yang didekatinya selalu menginginkan anak. Hingga suatu hari Mr. Howard diminta kembali mengajar untuk menggantikan guru yang sedang berhalangan. Dengan terpaksa Mr. Howard menyanggupi panggilan itu. Pikirnya, tugas itu paling-paling hanya untuk beberapa minggu saja. Maka selama beberapa minggu itu pun Mr. Howard membangun kebencian dan ketakutan di antara dirinya dan anak-anak. Mereka bertemu bukan hanya di sekolah, tetapi juga di jalanan dan di sekitar rumah Mr. Howard. Akibatnya, Mr. Howard merasa sangat terganggu oleh ulah anak-anak yang memang suka bermain apa saja dan di mana saja: poison, hopscotch, kick-the-can, hide-and-seek, Over-Annie-Over, jacks, tops, dan mibs. 

Setelah melakukan penelusuran di internet, saya takjub karena beberapa permainan anak dalam cerpen ini dikenal juga di Indonesia, sebut saja: hopscotch–engklek/sondah-mandah, hide-and-seek–petak umpet, jacks–bekel, tops–gasingdan, mibs–kelereng. Saya pun teringat, dalam buku Folklor Indonesia: ilmu gosip, dongeng dan lain-lain karya pakar folklor Indonesia, James Danandjaja, permainan tradisional pun termasuk folklor. Adapun folklor ternyata tidak selalu khas dimiliki bangsa tertentu, melainkan bisa jadi terdapat juga dalam khazanah budaya banyak bangsa lainnya. Malah ada pakar yang sampai membuat indeks kesamaan folklor dari seluruh dunia.

Permainan anak yang lainnya dalam cerpen ini tampaknya asing, ada juga yang cuma karangan penulis. Kita bisa menemukan kick-the-can dan Over-Annie-Over di Wikipedia, tetapi poison hanya ada dalam cerpen ini. Permainan poison inilah yang tampaknya menjadi semacam Chekhov’s gunmuncul pada judul, di tengah-tengah cerita, dan sebagai penutup. Akan tetapi, apakah gerangan yang dihubungkannya?

Jika sedang malas membaca teks berbahasa Inggris, cerita ini telah diadaptasi menjadi acara TV sehingga bisa ditonton saja. Tinggal pasang kuping tajam-tajam karena dialognya tentu saja dalam bahasa Inggris dan tanpa subtitle.

 

Intermeso: Dalam khazanah sastra Indonesia, ada juga cerpen yang mengungkapkan kebencian orang dewasa pada anak-anak yaitu “Lelaki dan Bintang Kecil” karya Stefanny Irawan (Koran Tempo, 13 Februari 2011).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s