Belajar dengan Menerjemahkan Ulang

The Kite Runner_01.jpg

Atas: Teks sumber (The Kite Runner karya Khaled Hosseini); Tengah: Hasil latihan; Bawah: Hasil latihan disesuaikan dengan teks terbitan Qanita, cetakan I, Maret 2006 (penerjemah Berliani M. Nugrahani, penyunting Pangestuningsih, proofreader Herlina Sitorus)

Beberapa waktu lalu saya memiliki partner berlatih menerjemahkan. Awalnya, salah seorang dari mereka mengusulkan untuk menerjemahkan The Perks of Being Wallflower (selanjutnya TPBW) bersama-sama, lalu hasilnya dipertukarkan dan dibandingkan sebagai bahan belajar. TPBW dipilih karena merupakan novel remaja yang bahasanya relatif sederhana. Dari membandingkan hasil terjemahan, ditemukanlah sekian perbedaan. Perbedaan itu menjadi patokan untuk memperbaiki hasil terjemahan sendiri.

Ternyata, walau bahasanya relatif sederhana, ada saja ungkapan yang memerlukan penelusuran lebih jauh. Kebodoran pun terjadi. Karena sama-sama baru belajar dengan pemahaman bahasa yang kurang mendalam, mungkin juga karena pakewuh, kami sulit menentukan hasil terjemahan siapa yang betul. Bagaimana diskusi bisa berjalan? Partner saya itu bilang: Seperti orang buta menuntun orang buta.

Baru belakangan ini saya terpikir untuk mencoba cara lain dalam belajar menerjemahkan: Menerjemahkan teks yang sudah pernah diterjemahkan orang lain dan diterbitkan, terutama yang buku terjemahannya laris (anggaplah itu sebagai yang baku), lalu membandingkan hasilnya. Cara ini seperti dalam blog Latihan Menerjemahkan Novel, hanya saja tanpa ulasan sehingga perlu proaktif dalam membandingkan hasil latihan dengan terjemahan yang dianggap baku itu.

Dulu saya kurang tertarik dengan cara ini karena ingin menerjemahkan karya yang belum pernah diterjemahkan orang lain. Akan tetapi, ada waktunya ketika orang mulai merenungkan draf yang menumpuk dan mempertanyakan kualitas.

Advertisements

One thought on “Belajar dengan Menerjemahkan Ulang

  1. kreatif sekali metode belajarnya, kak.
    dengan cara seperti itu rasanya seperti sambil menyelam minum air.

    makasih sudah berbagi. bisa jadi catatan untuk belajar dengan model seperti itu.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s